MEMOTRET LALU LINTAS DI DEPAN MENARA MASJID BAITURRAHMAN
SEMARANG DENGAN TEKNIK BULB
Malam minggu, 15 Februari 2014.
Saya janjian dengan salah seorang teman saya
bernama Marya yg bekerja sebagai volunteer di
Masjid Baiturrahman di Kawasan Simpanglima, Semarang. Awalnya kami mengikuti
kelas bu Ruby tentang menjadi EO yang baik, lalu setelah usai kami
berjalan-jalan di Simpanglima. Kami adalah sahabat dengan hobi yang sama, yakni
fotografi.
Dengan tripod,
kamera Canon 600D dan sedikit pengetahuan mengenai teknik bulb, saya coba
mempraktekkan ilmu fotografi yang saya miliki ini. Menurut beberapa sumber yang
saya baca, teknik bulb wajib dicoba sehingga membuat saya semakin penasaran. Walau
pemula, yang penting tetap optimis dan semangat hunting foto biar hasilnya memuaskan.\
Dalam
fotografi, bulb adalah salah satu teknik pengambilan gambar dengan kecepatan
rana/shutter speed rendah. Karena
pengambilan gambar yang cukup lama, sebaiknya jangan memotret kamera dengan
tangan. Ada baiknya memakai tripod, atau meletakkan kamera di suatu tempat,
untuk menghindari goncangan yang mengakibatkan hasil gambar kabur.
Pukul 19:08, lalu lintas simpang
lima di depan menara masjid Baiturrahman Semarang dengan teknik bulb
Ketika
mengambil gambar tersebut saya menggunakan tripod, secara teknik kamera saya
memakai mode Aperture Priority dengan pengaturan f14, shutter speed 20 sec., dan ISO 100, dan white balance cloudy (mendung). Terlihat pada foto tersebut cahaya
kuning agak putih memanjang di jalan raya, itu adalah cahaya lampu depan kendaraan,
baik itu mobil, motor, atau yang lainnya. Cahaya lampu jalan terlihat membentuk
bintang diakibatkan diafragma kecil yaitu f14.
Keluar dari topik lalu lintas di depan masjid Baiturrahman, tapi masih sekitar teknik bulb. Di sekitar
kawasan simpanglima Semarang, saya mencoba memotret bangunan mirip istana di
negeri dongeng. Bangunan ini adalah tempat penjualan oleh-oleh makanan dan buah
tangan. Saya baru tahu kalau namanya Istana Brillian.
Istana brillian di malam hari
Berpindah
sedikit, saya mengambil foto jalan pahlawan dengan teknik yang sama, namun ada
sedikit yang saya rubah. Kali ini saya tidak menggunakan white balance cloudy (mendung), tapi saya mencoba memakai tungsten light. Dengan
f16, ISO 100, shutter speed 30 sec. Maka hasilnya seperti di bawah ini.
Langitnya hitam, dan foto tidak terkesan berwarna kuning kecoklatan lagi, tapi mirip
warna aslinya. Cahaya kendaraan yang terlihat memanjang berwarna kuning dan
merah karena saya mengambil dari posisi dibelakang kendaraan.
Foto dengan teknik bulb di jalan
Pahlawan, Semarang
Ternyata memotret dengan teknik
bulb sangat menyenangkan bagi saya. Giliran anda yang mencobanya! Salam jepret!



aku suka istananya :D
BalasHapusSama... pengen masuk deh belum pernah sih. Siapa tahu ketemu pangeran :-p
BalasHapus