Sabtu, 22 Februari 2014

Memotret Lalu Lintas di Depan Menara Masjid Baiturrahman Semarang dengan Teknik Bulb



MEMOTRET LALU LINTAS DI DEPAN MENARA MASJID BAITURRAHMAN SEMARANG DENGAN TEKNIK BULB

Malam minggu, 15 Februari 2014. 

Saya  janjian dengan salah seorang teman saya bernama Marya yg bekerja sebagai volunteer di Masjid Baiturrahman di Kawasan Simpanglima, Semarang. Awalnya kami mengikuti kelas bu Ruby tentang menjadi EO yang baik, lalu setelah usai kami berjalan-jalan di Simpanglima. Kami adalah sahabat dengan hobi yang sama, yakni fotografi.

Dengan tripod, kamera Canon 600D dan sedikit pengetahuan mengenai teknik bulb, saya coba mempraktekkan ilmu fotografi yang saya miliki ini. Menurut beberapa sumber yang saya baca, teknik bulb wajib dicoba sehingga membuat saya semakin penasaran. Walau pemula, yang penting tetap optimis dan semangat hunting foto biar hasilnya memuaskan.\

Dalam fotografi, bulb adalah salah satu teknik pengambilan gambar dengan kecepatan rana/shutter speed rendah. Karena pengambilan gambar yang cukup lama, sebaiknya jangan memotret kamera dengan tangan. Ada baiknya memakai tripod, atau meletakkan kamera di suatu tempat, untuk menghindari goncangan yang mengakibatkan hasil gambar kabur.

Pukul 19:08, lalu lintas simpang lima di depan menara masjid Baiturrahman Semarang dengan teknik bulb
Ketika mengambil gambar tersebut saya menggunakan tripod, secara teknik kamera saya memakai mode Aperture Priority dengan pengaturan f14, shutter speed 20 sec., dan ISO 100, dan white balance cloudy (mendung). Terlihat pada foto tersebut cahaya kuning agak putih memanjang di jalan raya, itu adalah cahaya lampu depan kendaraan, baik itu mobil, motor, atau yang lainnya. Cahaya lampu jalan terlihat membentuk bintang diakibatkan diafragma kecil yaitu f14.
Keluar dari topik lalu lintas di depan masjid Baiturrahman, tapi masih sekitar teknik bulb. Di sekitar kawasan simpanglima Semarang, saya mencoba memotret bangunan mirip istana di negeri dongeng. Bangunan ini adalah tempat penjualan oleh-oleh makanan dan buah tangan. Saya baru tahu kalau namanya Istana Brillian. 
Istana brillian di malam hari

Berpindah sedikit, saya mengambil foto jalan pahlawan dengan teknik yang sama, namun ada sedikit yang saya rubah. Kali ini saya tidak menggunakan white balance cloudy (mendung), tapi saya mencoba memakai tungsten light. Dengan f16, ISO 100, shutter speed 30 sec. Maka hasilnya seperti di bawah ini. Langitnya hitam, dan foto tidak terkesan berwarna kuning kecoklatan lagi, tapi mirip warna aslinya. Cahaya kendaraan yang terlihat memanjang berwarna kuning dan merah karena saya mengambil dari posisi dibelakang kendaraan.

Foto dengan teknik bulb di jalan Pahlawan, Semarang

Ternyata memotret dengan teknik bulb sangat menyenangkan bagi saya. Giliran anda yang mencobanya! Salam jepret!

2 komentar: