WATERFALL AT GONOHARJO HOT SPRING WATER
Bersama kedua orang sahabatku
Ratna dan Marya, aku pergi ke Gonoharjo Hot Spring Water (Sumber Air Panas
Gonoharjo). Pagi itu tanggal 13 Agustus 2013 kami melakukan perjalanan sekitar
10 menit dari Boja ke tempat wisata Gonoharjo Hot Spring Water atau yang biasa
diisebut Ngimut yang berlokasi di desa Gonoharjo, kecamatan Limbangan,
kabupaten Kendal.
Sesampainya di parkiran kami
langsung menju loket dekat area masuk. Harga tiket masuk Rp.5000/orang (kalau nggak
salah inget). Baru masuk saja sudah menuruni tangga, disambut pepohonan
rindang. Tak sabar rasanya melihat air terjun.
Sampai di air terjun yang pertama
agak kurang excited, bagus sih...
tapi yang ada di benakku itu air terjun yang tinggi. Lha ini kok cuma 1-2 meter
tingginya, air jernihnya mengalir melewati bebatuan di sungai. Kata Ratna masih
ada dua lagi An, ayo lanjut lagi. Wah.. penasaran nih, berharap semoga lebih
tinggi lagi air terjunnya (dalam hati).
Sahabatku Ratna dan Marya di Air Terjun Pertama Limut
Perut keroncongan ini minta
diisi, kami memutuskan untuk makan di salah satu warung. Lalu berjalan sedikit
terlihat kolam air panas, tapi tujuan kami kan air terjun. Jadi kami lanjut
jalan lagi.
Kali ini kita berjalan cukup
jauh, naik dan turun. Pepohonan di kanan-kiri, udara segar, alamnya masih
hijau. Sayang sekali tempat sebagus ini malah tercemar oleh ABG yang pacaran
dengan bermesraan di tempat umum seperti ini. Setelah menyeberangi sungai penuh
dengan batu, nah... sampai di air terjun yang ke-2. Jeng..jeng...jengggg....
Wow.. keren air terjun ini memiliki dua aliran air dan pastinya lebih tinggi
dari air terjun yang pertama. Kami pun tak melewatkan untuk berfoto-foto ria.
Kami mendekat ke air terjun, betapa segarnya air nan jernih ini terasa di kaki.
Air terjun ke-2 di Nglimut
Hari semakin siang, kami berjalan
lagi, beberapa kali kami istirahat tapi kali ini treknya lebih menantang dengan
jalanan terjal dan melewati hutan. Di tengah-tengah jalan kami melihat ada
reruntuhan candi, tulisannya sih CANDI ARGOSOMO. Tapi kok nggak kelihatan
seperti candi ya?
Candi Argosomo
Lanjut lagi melewati jalanan sempit
dan licin kami mendengar gemericik air. Beberapa meter di depan terlihat air
terjun. Wow lagi ini air terjun paling tinggi di tempat wisata ini. Eh, ada
orang pacaran lagi, yaudah kami gangguin suruh foto-foto kami aja hahahahaa.....
Lelah mendaki dan berjalan kami istirahat sambil main air. Anginnya sejuk
sekali tapi cukup kencang dan airnya dingin. Sinar mentari yang mengenai air
terjun membentuk pelangi kecil, indah.
Akhirnya sampai di air terjun ke-3, yang paling tinggi dan
paling jauh di Nglimut
Pelangi di Air Terjun yang ke-3 di Limut
Sore hari, sebelum pulang kami merendam kaki di kolam air panas berwarna
coklat kekuningan dan tercium bau. Yap... kolam ini berisi air belerang panas. Di
sini ada 2 kolam air panas dan 1 kolam air dingin. Fasilitasnya cukup lengkap
yaitu kamar mandi, ruang ganti, warung, dan mushola.
Kolam air panas belerang
Perjuangan dan rasa lelah kami terbayar oleh
keindahan semua ini. Ini adalah perjalanan pertamaku melihat air terjun. Momen
yang tak terlupakan. Mulai suka nih dengan air terjun. Mau jalan-jalan dan
foto-foto lagi ah ke air terjun yang lain. See you...







jadi pengen main lagi kesana bareng Anni dan Marya
BalasHapusayo siap jalan-jalan lagi...
itu tiketnya hari libur 8 ribu tapi tiba-tiba berubah jadi 10 ribu
Siap :-)
BalasHapusOwh udah naik ya HTMnya..
Senin kita ke curug 7 bidadari yeeeyeye
Ok sip, gambarannya sudah jelas bisa d jadikan tujuan liburan kedepannya. :)
BalasHapusterimakasih :-)
BalasHapusjangan sampe liat orang pacaran yg aneh2 lagi...
BalasHapusiya, setuju.. itu kelakuan ABG labil
BalasHapusAku di jak ya...hehe
BalasHapus